Obesitas Saat Remaja Tingkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Obesitas, dalam fase hidup manapun, akan memberi dampak buruk pada kesehatan. Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara obesitas remaja dengan kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.
Studi berskala besar selama 45 tahun dari Israel tersebut menemukan bahwa indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi di masa remaja dapat meningkatkan risiko kematian di masa pertengahan dewasa karena penyakit kardiovaskular non-koroner dan non-stroke seperti aritmia fatal, penyakit jantung hipertensi, kardiomiopati, penyakit arteri, gagal jantung dan emboli paru.
Obesitas, gangguan gizi yang paling umum di negara-negara industri, dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas penyakit kardiovaskular.
Penelitian tersebut secara khusus melihat BMI remaja dan kematian akibat penyakit kardiovaskular selain penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke.
"Temuan kami menunjukkan bahwa remaja dengan nilai BMI baik dalam kisaran normal kemungkinan masih berisiko terkena penyakit kardiovaskular di masa mendatang," kata salah satu penulis studi Gilad Twig.
Para peneliti dari Angkatan Bersenjata Israel, Pusat Kesehatan Sheba dan Sekolah Kedokteran Hadassah di Israel menganalisa data yang dikumpulkan dari 2.294.139 remaja berusia 16-19 tahun pada 1967 dan mengikuti mereka sampai tahun 2011.
Pada tahun 1981 dan 2011, 32.157 kematian tercatat dimana 800 di antaranya disebabkan oleh kematian kardiovaskular non-koroner dan non-stroke, sedangkan 3.178 kematian dikaitkan dengan total kematian kardiovaskular.
"Kelebihan berat badan dan obesitas pada masa remaja sangat terkait dengan peningkatan risiko untuk semua hasil studi. Kisaran BMI normal relatif luas dan kami juga menemukan bahwa remaja dengan BMI pada akhir normal tinggi memiliki risiko lebih tinggi daripada pada akhir normal rendah," tukas Twig membeberkan hasil. (sumber: metrotvnews.com)

Komentar
Posting Komentar