Studi: Pemberian Antibiotik pada Anak Picu Penyakit Autoimun
Penggunaan antibiotik memang terkadang diperlukan untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Namun, antibiotik juga diketahui dapat mengganggu keseimbangan bakteri halus dalam tubuh.
Terutama bagi usus yang merupakan rumah bagi triliunan bakteri yang berperan penting dalam kesehatan, antibiotik dapat menyebabkan kerusakan serius.
Bakteri sehat yang menghuni saluran pencernaan sangat penting utuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, otak dan sistem kekebalan tubuh, bersamaan dengan banyak sistem lain dalam tubuh. Antibiotik tak hanya menargetkan membunuh bakteri jahat dalam tubuh, tapi juga dapat membunuh ratusan bakteri baik.
Sebuah studi Monash University menemukan bahwa penggunaan antibiotik di masa kanak-kanak menghambat pertumbuhan normal dan perkembangan bakteri usus. Hal ini pada gilirannya akan mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh.
Hal ini berpotensi mengembangkan penyakit peradangan seperti multiple sclerosis, sindrom usus inflamasi dan asma di masa dewasa.
Sel T CDC4 diketahui memainkan peran penting dalam respons peradangan. Disfungsi dalam sel-sel ini terlibat dalam respon imun over-active yang pada akhirnya mengarah pada pengembangan kondisi peradangan krois seperti Crohn, lupus, multiple sclerosis, dan penyakit autoimun lainnya.
Temuan ini juga sekaligus menemukan gagasan bahwa bakteri usus terutama yang baik dapat menjadi cara penting untuk mengobati penyakit inflamasi atau peradangan.
Mengubah gaya hidup tertentu seperti menganut pola makan sehat, mengelola tingkat stres dan olahraga secara teratur dapat menyehatkan usus dan berdampak pada sistem kekebalan tubuh serta kesehatan secara menyeluruh.
"Kita tahu bahwa mikrobiota usus dapat diubah oleh stres, antibiotik, diet tinggi lemak dan lingkungan yang terlalu bersih. Masuk akal untuk mengubah pola hidup sehat untuk membantu mencegah atau mengobati penyakit autoimun," kata Dr. Yuying Liu, ahli pencernaan dari University of Texas. (sumber: metrotvnews.com)

Komentar
Posting Komentar