7 Makanan yang Harus Dihindari Saat Sembelit
Konstipasi atau sembelit seringkali dialami jika kurang mengonsumsi serat. Menurut Women's Health Foundation, lebih dari 4 juta orang Amerika sering mengalami sembelit. Wanita memang tiga kali lebihmungkin mengalami sembelit dibanding pria.
Beberapa dokter berspekulasi bahwa ini karena usus wanita lebih panjang dan lebih berliku sehingga rentan mengalami hambatan di saluran pencernaan mereka.
Sembelit yang parah dapat membuat Anda tidak nyaman dan bisa memicu penyumbatan usus sehingga mungkin saja memerlukan perawatan yang lebih intensif dibanding obat pencahar saja.
Saat sembelit, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari agar konstipasi tidak semakin memburuk.
1. Makanan olahan
Jika ingin saluran pencernaan Anda lancar, hindari makanan olahan. Karena, makanan olahan mengandung lemak tinggi yang dapat memperlambat pencernaan dan memberi kontribusi untuk sembelit. Selain itu, makanan olahan mengandung fruktans-karbohidrat yang meningkatkan umur simpan makanan kemasan tapi menghancurkan proses pencernaan alami Anda. Ini terjadi karena usus tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk menghancurkan mereka.
2. Minum kafein atau alkohol
Minum kafein dan alkohol yang terlalu banyak dapat membuat tubuh dehidrasi. Minum alkohol menghambat anti-diuretik hormon (ADH) yang dapat menyebabkan diuresis atau buang air kecil. Diuresis yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi yang menyebabkan gejala sembelit parah. Sedangkan kafein adalah stimulan yang dapat menyebabkan efek sebaliknya seperti diare pada beberapa orang.
3. Mengonsumsi susu
Produk susu sudah dikenal dapat membuat perut kembung saat dikonsumsi. Karenanya, saat mengalami sembelit sebaiknya hindari produk susu berlebihan. Perut kembung terjadi karena kekurangan enzim laktase dalam usus yang dibutuhkan untuk memecah laktosa dalam susu menjadi gula sederhana yang diserap oleh usus kecil. Produk susu yang tinggi laktosa seperti susu sapi, es krim, krim dan keju olahan.
4. Kurang olahraga
Olahraga memiliki efek mengatur pada tubuh Anda. Tubuh yang kurang aktif dapat menurunkan pergerakan usus dan aliran darah juga ikut menurun. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital tubuh termasuk saluran pencernaan dan meningkatkan metabolisme Anda.
5. Mengonsumsi suplemen besi atau kalsium
Zat besi dan suplemen kalsium dapat menyebabkan sembelit karena mereka dapat memperlambat kontraksi dari sistem pencernaan. Vitamin ini biasanya direkomendasikan dokter jika Anda kekurangan keduanya. Anda bisa meminta dokter untuk mengganti suplemen jika mengalami sembelit.
6. Minum obat penhilang rasa sakit
Obat penghilang rasa sakit ini dapat menyebabkan sembelit. Menghentikan obat-obatan ini dapat membuat pencernaan Anda kembali lancar. Ganti obat dengan konsultasi terlebih dulu dengan dokter jika bermasalah pada pencernaan Anda.
7. Minum obat pencahar berlebihan
Tidak semua obat pencahar diciptakan sama. Tubuh Anda mungkin terbiasa mengandalkan obat pencahar stimulan untuk buang air besar. Tapi, jika terlalu sering digunakan usus Anda dapat kehilangan kemampuan untuk berkontraksi sendiri. Sembelit merupakan salah satu efek samping akibat penggunaan pencahar yang berkepanjangan. Dampak lainnya seperti ketidakseimbangan elektrolit, kejang, aritmia jantung, dan nyeri otot. (sumber: metrotvnews.com)

Komentar
Posting Komentar